April 27th, 2009
Saatnya UMKM Meraih Omset Milyaran.
Kekuatan memperjuangkan produk lokal di pasar global ada pada mereka yang menggunakan internet dengan cerdas. Tidak lagi bersandar pada pemerintah. -sica harum-
INTERNET tidak pernah pandang bulu. Perusahaan besar ataupun usaha kecil sama-sama berpeluang meraup keuntungan dari dunia daring(dalam jaringan/online). Produk furniture produksi Solo ataupun Jepara, misalnya, bisa diketahui calon pembeli di Amerika Serikat ataupun Inggris melalui situs internet tanpa perlu mengikuti pameran internasional di luar negeri.
Rani Permata Sari, salah satu pengusaha furniture di Solo berbagi cerita. Ia harus mengalokasikan Rp1 milyar setahun untuk biaya pemasaran dengan mengikuti lima pameran utama, tiga diantaranya di luar negeri. “Saya ikut lima pameran utama. Dua diantaranya di Jerman. Alokasi ikut pameran di Jerman itu yang paling besar. Sekitar Rp600 juta,” ujarnya di Solo, Sabtu(25/4).
Efek pembelian dari pameran itu, baru dirasa sekitar tiga bulan kemudian. Kini, krisis global membuatnya harus menurunkan anggaran pemasaran. “Kalau bisa turun 30% saja, saya sudah senang,” katanya.
Rani merupakan salah satu peserta workshop optimasi situs web sebagai alat pemasaran bertajuk Super Bootcamp di Solo pada 24-26 April 2009. Rani sadar, pemasaran melalui internet relatif jauh lebih murah dengan potensi keuntungan yang besar. Biaya pembuatan website, jauh dibawah angka yang dianggarkan Rani untuk ikut pameran di luar negeri.
Kesadaran untuk memanfaatkan dunia online sebagai media pemasaran sebetulnya juga disadari para pengusaha lain, setidaknya di Solo. Kebanyakan pengusaha furniture di Solo, misalnya, sudah memiliki situs internet. Namun itu saja tidak cukup.
“Kebanyakan web made in Solo dan Yogyakarta tidak optimal untuk berjualan. Mungkin bagus, tapi percuma jika tidak dikenal Google,” jelas penggagas Super Bootcamp yang juga pemilik konsultan jasa Search Engine Optimization(SEO) Marketbiz Riyeke Ustadiyanto.
Hal itu tentu terkait dengan perilaku pengguna internet. Saat mencari informasi, mereka biasa mengetikkan kata kunci pada mesin pencari seperti Google yang kemudian menyediakan semua teks yang relevan. Jika situs perusahan Anda tampil di halaman pertama, apalagi di urutan teratas, maka bisa dipastikan situs Anda lah yang akan dikunjungi. Jadi situs seindah apapun, dengan tampilan grafis yang aktraktif, akan percuma jika tidak mampu tampil di halaman awal mesin pencari.
Padahal, pasar daring sangat menggiurkan. Berdasarkan data Internet World Stat per Maret 2009, pengguna internet di dunia mencapai 1,59 milyar, sekitar 24% penduduk dunia saat ini. Google juga memperkirakan, penetrasi internet pada 2035 mencapai 70% dengan jumlah penduduk saat itu mencapai 8,12 miliar. Sementara itu, perusahan survei pemasaran asal Amerika Serikat Comscore menunjukkan, sebanyak 63,7% dari 14,3 juta pengguna internet di AS menggunakan Google untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.Sisanya mencari infromasi melalui Yahoo, Microsoft serta AOL. Karena itu, mengupayakan agar situs tampil di halaman pertama Google menjadi pertarungan yang serius.
Google Adword
Sebetulnya, untuk tampil di halaman awal Google bisa dengan cara berbayar menggunakan fasilitas Google Adword. Jika Anda punya dana, silahkan saja memasang iklan di Google. Iklan Anda akan tampil di sisi kanan ataupun pada bagian atas halaman awal Google. Kalau iklan Anda dikunjungi, maka Google akan mengutip biaya pemasangan iklan sesuai dengan anggaran yang Anda tetapkan. Mekanisme itu biasa disebut pay per click(ppc). ”Mencari prospek melalui mesin pencari memang paling murah daripada mengirim email apalagi mengirim surat permohonan. Tapi memasang iklan di Google tidak bisa Anda biarkan begitu saja. Anda harus aktif mengelola, tidak menyerahkan begitu saja seperti ketika memasang iklan di koran, misalnya,” ujar Search Engine Specialist Herman Chang.
Penyebabnya, Google membatasi iklan yang bisa tampil di halaman pertama. Yaitu tiga buah di sisi atas dan delapan di bagian kanan. Tampilan itu didasarkan pada peringkat bid atau alokasi dana yang disiapkan pemasang iklan. Akibatnya, iklan Anda akan bersaing dengan ribuan iklan lain yang juga ingin tampil di halaman depan. Semakin tinggi harga yang bisa Anda bayarkan kepada Google untuk setiap iklan yang dikunjungi, maka semakin besar kemungkinan iklan Anda akan tampil. ”Google juga akan menilai performa iklan. Jika iklan Anda relevan dan di klik banyak orang maka biaya yang dibayar akan semakin murah. Jika iklan Anda buruk, biaya yang diminta Google akan semakin tinggi. Karena itu perlu kreatif berulang-uang mengganti redaksional iklan agar menarik dan performanya naik,” jelas Herman.
Memasang iklan di Google cenderung membutuhkan energi dan perhatian lebih karena iklan perlu dimonitor. Namun imbalannya pun setimpal karena langsung membidik pasar. Iklan Anda hanya muncul jika pengunjung internet mengetikkan kata kunci yang relevan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Potensi pembelian pun lebih jelas terbaca. ”Beda jika Anda memasang iklan di koran. Kalau tujuannya jualan, belum tentu pembaca koran itu sedang membutuhkan apa yang Anda tawarkan. Bisa meraih 1% dari 600 ribu pembaca koran, misalnya, sudah bagus sekali,” jelas Herman.
Namun dia mengingatkan, memasang iklan di Google harus cermat. Jika tidak maka siap-siap saja menghabiskan dana pemasaran tanpa peningkatan omset penjualan.
SEO 3.0
Tampil di halaman depan Google sebetulnya bisa gratis. Tapi Anda harus siap-siap menginvestasikan energi dan waktu untuk menerapkan semua teknik yang dibutuhkan dalam mempopulerkan situs. Istilahnya, SEO.
Teknik SEO dapat diterapkan pada sebuah situs meliputi bagian dalam situs(on page) nya dan luar situs(off page). Riyeke lalu membagi konsep krusial.
”Makanannya Google itu isi(content) dan pranala (link),” ujarnya.
Isi merupakan faktor dalam situs(onpage), sedangkan pranala merupakan faktor luar situs. Keduanya bisa dioptimasi dengan segala macam teknik SEO. Yang penting, pahami dulu logika kerja Google.
Setiap saat, mesin pencari Google melakukan pencarian terhadap milyaran isi situs yang baru lalu menggolongkannya sesuai kata kunci. Karakter spesifik Google yang memanfaatkan kata kunci itu lah yang menjadi titik optimasi situs secara on page
. ”Tempatkan diri Anda sebagai pengguna. Pikirkan apa kata kunci yang akan mereka ketikkan di Google untuk mencari produk Anda. Itu lah yang kemudian dioptimalkan,” tambah Riyeke.
Karena itu memahami perilaku daring calon pengguna produk Anda menjadi pertimbangan penting. ”Misalnya Anda jualan handphone dengan pasaran orang Amerika. Ya jangan membuat web dengan menggunakan istilah handphone karena orang Amerika tidak menyebut handphone. Nah bisa dicoba dengan mobile phone atau cell phone,” ujar Nukman Luthfie, CEO Virtual, perusahaan konsultan strategi pemasaran internet.
Dia juga menyisipkan pesan penting. ”Jika ingin sukses di bisnis online, sesuaikan dulu gaya hidup Anda dengan gaya hidup online. Semakin panjang jam akses internet Anda, maka akan semakin besar kemungkinan Anda mengerti perilaku online calon konsumen Anda. Coba jalan-jalan ke blog orang, masuk facebook dan seterusnya. Riset itu penting.”
Berdasarkan riset semacam itu, Anda bisa semakin jeli memilih pasar, titik kontak dengan konsumen sekaligus memilih kata kunci yang paling relevan dengan apa yang Anda tawarkan. ”Pada prinsipnya, buatlah situs yang bisa diketahui Google. Jadi perlu untuk membuat situs yang bisa dipahami sistem kecerdasan Google dengan cara yang benar. SEO dibutuhkan agar situs mudah diketahui dan ditemukan. Ibaratnya, bagaimana membuat situs ’berbicara’ saat bertemu mesin pencari Google,” ujar Riyeke.
Laki laki yang akrab dipanggil Keke itu menyarankan agar semua bagian penting pada situs disesuaikan dengan kata kunci yang ditargetkan. ”Sama seperti kita melihat manusia. Yang kita lihat tentu bagian atas dulu. Begitu juga yang dilakukan Google terhadap sebuah situs. Google membaca bagian atas situs terlebih dahulu,” jelas Keke.
Karena itu judul yang terbaca pada bagian atas halaman browser
merupakan posisi yang harus diisi sesuai dengan kata kunci yang ditargetkan. Tujuannya, agar kata kunci itu segera dilihat Google pada ’pandangan pertama’ saat bertemu situs Anda. Begitu juga pada posisi paling atas sebuah halaman situs yang biasa dikenal dengan posisi kepala situs(head).
Mendaftarkan situs pada direktori di internet juga penting untuk mengangkat popularitas. Dia juga mengingatkan agar situs dilengkapi dengan rss, sebuah aplikasi tambahan untuk mendistribusikan isi situs terbaru kepada pembaca. ”Pakai sifat monyet. Mereka itu kan berkoloni. Karena itu rajin-rajinlah menggunakan social bookmark seperti technorati atau delicious tapi jangan terlalu agresif. Jangan berpikir cepat kaya tapi perlu kerja cerdas,” tambah Keke.
Kekuatan pranala
Poin penilaian lain yang penting bagi Google ialah pranala(link). Semakin banyak orang yang mengenal situs Anda dan menghubungkan situs mereka dengan situs Anda (inbound link), akan semakin baik situs Anda di mata Google. ”Ini tentang bagaimana membangun hubungan dengan pemilik situs lain. Misalnya dengan blogger yang berpengaruh,” ujar Keke.
Blogger yang sudah lama mengelola blog, biasanya sudah memiliki peringkat yang baik, ditandai dengan nilai page rank dari 0 sampai 10. Semakin besar nilai page rank sebuah situs, akan semakin tinggi nilai pranala dari situs tersebut. Ini bisa dilihat sebagai semacam mekanisme rekomendasi. Google akan menilai situs Anda lebih baik jika terdapat pranala dari situs lain yang memiliki page rank tinggi. ”Ini faktor penting yang memengaruhi keberhasilan SEO,” tambah Simon Purwa, juara dunia SEO pada Busby SEO Challenge 2008 yang juga pengusaha online travel terbesar di Bali.
Ia sendiri meyakini, pranala dari satu situs dengan page rank 10 jauh lebih bernilai daripada mendapatkan 10 link dari situs bernilai page rank 1. Dia juga menyarankan agar pemilik situs rajin mendaftarkan situs mereka ke sejumlah direktori di internet dengan cara manual. Lebih baik memang mendaftarkan direktori berbayar, namun Simon tak mengharamkan direktori gratisan. Yang penting tetap dimonitor. ”Capek memang, seminggu sekali mendaftar ke 100 direktori. Lalu kita periksa apakah mereka sudah memasukkan situs kita. Seperti melamar kerja. Kalau belum diterima, ya lain kali didaftarkan lagi,” jelas Simon.
Tujuannya agar situs dikenali banyak direktori dan cepat disadari keberadaannya oleh Google. ”Buat pemula, tentu sepertinya menyulitkan. Jadi agar`tidak cepat patah semangat, kita buatkan piranti lunak untuk mendaftarkan secara otomatis, tapi tidak ilegal,” jelas Keke.
Dia mengakui, tidak sedikit teknik ilegal yang digunakan untuk coba coba mengelabui Google dan meningkatkan popularitas situs. Istilahnya, black hat trick
. Namun Keke menjamin, mekanisme kerja cerdas menggunakan piranti lunaknya itu akan menghemat waktu tanpa merusak proses identifikasi sebuah situs oleh Google.
Tentu saja, popularitas di mesin pencari barulah awal keberhasilan sebuah bisnis. Karena urusan selanjutnya ialah tentang bagaimana menyediakan kebutuhan konsumen dengan kualitas yang baik dan tepat waktu, serta komunikasi pelayanan pelanggan. Namun paling tidak, masalah pemasaran yang kerap menjadi momok bagi usaha kecil dan menengah di Indonesia teratasi dengan kekuatan SEO 3.0.
ica@mediaindonesia.com
