Saatnya UMKM Meraih Omset Milyaran.

Kekuatan memperjuangkan produk lokal di pasar global ada pada mereka yang menggunakan internet dengan cerdas. Tidak lagi bersandar pada pemerintah. -sica harum-

INTERNET tidak pernah pandang bulu. Perusahaan besar ataupun usaha kecil sama-sama berpeluang meraup keuntungan dari dunia daring(dalam jaringan/online). Produk furniture produksi Solo ataupun Jepara, misalnya, bisa diketahui calon pembeli di Amerika Serikat ataupun Inggris melalui situs internet tanpa perlu mengikuti pameran internasional di luar negeri.

Rani Permata Sari, salah satu pengusaha furniture di Solo berbagi cerita. Ia harus mengalokasikan Rp1 milyar setahun untuk biaya pemasaran dengan mengikuti lima pameran utama, tiga diantaranya di luar negeri. “Saya ikut lima pameran utama. Dua diantaranya di Jerman. Alokasi ikut pameran di Jerman itu yang paling besar. Sekitar Rp600 juta,” ujarnya di Solo, Sabtu(25/4).

Efek pembelian dari pameran itu, baru dirasa sekitar tiga bulan kemudian. Kini, krisis global membuatnya harus menurunkan anggaran pemasaran. “Kalau bisa turun 30% saja, saya sudah senang,” katanya.

Rani merupakan salah satu peserta workshop optimasi situs web sebagai alat pemasaran bertajuk Super Bootcamp di Solo pada 24-26 April 2009. Rani sadar, pemasaran melalui internet relatif jauh lebih murah dengan potensi keuntungan yang besar. Biaya pembuatan website, jauh dibawah angka yang dianggarkan Rani untuk ikut pameran di luar negeri.

Kesadaran untuk memanfaatkan dunia online sebagai media pemasaran sebetulnya juga disadari para pengusaha lain, setidaknya di Solo. Kebanyakan pengusaha furniture di Solo, misalnya, sudah memiliki situs internet. Namun itu saja tidak cukup.

“Kebanyakan web made in Solo dan Yogyakarta tidak optimal untuk berjualan. Mungkin bagus, tapi percuma jika tidak dikenal Google,” jelas penggagas Super Bootcamp yang juga pemilik konsultan jasa Search Engine Optimization(SEO) Marketbiz Riyeke Ustadiyanto.

Hal itu tentu terkait dengan perilaku pengguna internet. Saat mencari informasi, mereka biasa mengetikkan kata kunci pada mesin pencari seperti Google yang kemudian menyediakan semua teks yang relevan. Jika situs perusahan Anda tampil di halaman pertama, apalagi di urutan teratas, maka bisa dipastikan situs Anda lah yang akan dikunjungi. Jadi situs seindah apapun, dengan tampilan grafis yang aktraktif, akan percuma jika tidak mampu tampil di halaman awal mesin pencari.

Padahal, pasar daring sangat menggiurkan. Berdasarkan data Internet World Stat per Maret 2009, pengguna internet di dunia mencapai 1,59 milyar, sekitar 24% penduduk dunia saat ini. Google juga memperkirakan, penetrasi internet pada 2035 mencapai 70% dengan jumlah penduduk saat itu mencapai 8,12 miliar. Sementara itu, perusahan survei pemasaran asal Amerika Serikat Comscore menunjukkan, sebanyak 63,7% dari 14,3 juta pengguna internet di AS menggunakan Google untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.Sisanya mencari infromasi melalui Yahoo, Microsoft serta AOL. Karena itu, mengupayakan agar situs tampil di halaman pertama Google menjadi pertarungan yang serius.

Google Adword

Sebetulnya, untuk tampil di halaman awal Google bisa dengan cara berbayar menggunakan fasilitas Google Adword. Jika Anda punya dana, silahkan saja memasang iklan di Google. Iklan Anda akan tampil di sisi kanan ataupun pada bagian atas halaman awal Google. Kalau iklan Anda dikunjungi, maka Google akan mengutip biaya pemasangan iklan sesuai dengan anggaran yang Anda tetapkan. Mekanisme itu biasa disebut pay per click(ppc). ”Mencari prospek melalui mesin pencari memang paling murah daripada mengirim email apalagi mengirim surat permohonan. Tapi memasang iklan di Google tidak bisa Anda biarkan begitu saja. Anda harus aktif mengelola, tidak menyerahkan begitu saja seperti ketika memasang iklan di koran, misalnya,” ujar Search Engine Specialist Herman Chang.

Penyebabnya, Google membatasi iklan yang bisa tampil di halaman pertama. Yaitu tiga buah di sisi atas dan delapan di bagian kanan. Tampilan itu didasarkan pada peringkat bid atau alokasi dana yang disiapkan pemasang iklan. Akibatnya, iklan Anda akan bersaing dengan ribuan iklan lain yang juga ingin tampil di halaman depan. Semakin tinggi harga yang bisa Anda bayarkan kepada Google untuk setiap iklan yang dikunjungi, maka semakin besar kemungkinan iklan Anda akan tampil. ”Google juga akan menilai performa iklan. Jika iklan Anda relevan dan di klik banyak orang maka biaya yang dibayar akan semakin murah. Jika iklan Anda buruk, biaya yang diminta Google akan semakin tinggi. Karena itu perlu kreatif berulang-uang mengganti redaksional iklan agar menarik dan performanya naik,” jelas Herman.

Memasang iklan di Google cenderung membutuhkan energi dan perhatian lebih karena iklan perlu dimonitor. Namun imbalannya pun setimpal karena langsung membidik pasar. Iklan Anda hanya muncul jika pengunjung internet mengetikkan kata kunci yang relevan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Potensi pembelian pun lebih jelas terbaca. ”Beda jika Anda memasang iklan di koran. Kalau tujuannya jualan, belum tentu pembaca koran itu sedang membutuhkan apa yang Anda tawarkan. Bisa meraih 1% dari 600 ribu pembaca koran, misalnya, sudah bagus sekali,” jelas Herman.

Namun dia mengingatkan, memasang iklan di Google harus cermat. Jika tidak maka siap-siap saja menghabiskan dana pemasaran tanpa peningkatan omset penjualan.

SEO 3.0

Tampil di halaman depan Google sebetulnya bisa gratis. Tapi Anda harus siap-siap menginvestasikan energi dan waktu untuk menerapkan semua teknik yang dibutuhkan dalam mempopulerkan situs. Istilahnya, SEO.

Teknik SEO dapat diterapkan pada sebuah situs meliputi bagian dalam situs(on page) nya dan luar situs(off page). Riyeke lalu membagi konsep krusial.

”Makanannya Google itu isi(content) dan pranala (link),” ujarnya.

Isi merupakan faktor dalam situs(onpage), sedangkan pranala merupakan faktor luar situs. Keduanya bisa dioptimasi dengan segala macam teknik SEO. Yang penting, pahami dulu logika kerja Google.

Setiap saat, mesin pencari Google melakukan pencarian terhadap milyaran isi situs yang baru lalu menggolongkannya sesuai kata kunci. Karakter spesifik Google yang memanfaatkan kata kunci itu lah yang menjadi titik optimasi situs secara on page

. ”Tempatkan diri Anda sebagai pengguna. Pikirkan apa kata kunci yang akan mereka ketikkan di Google untuk mencari produk Anda. Itu lah yang kemudian dioptimalkan,” tambah Riyeke.

Karena itu memahami perilaku daring calon pengguna produk Anda menjadi pertimbangan penting. ”Misalnya Anda jualan handphone dengan pasaran orang Amerika. Ya jangan membuat web dengan menggunakan istilah handphone karena orang Amerika tidak menyebut handphone. Nah bisa dicoba dengan mobile phone atau cell phone,” ujar Nukman Luthfie, CEO Virtual, perusahaan konsultan strategi pemasaran internet.

Dia juga menyisipkan pesan penting. ”Jika ingin sukses di bisnis online, sesuaikan dulu gaya hidup Anda dengan gaya hidup online. Semakin panjang jam akses internet Anda, maka akan semakin besar kemungkinan Anda mengerti perilaku online calon konsumen Anda. Coba jalan-jalan ke blog orang, masuk facebook dan seterusnya. Riset itu penting.”

Berdasarkan riset semacam itu, Anda bisa semakin jeli memilih pasar, titik kontak dengan konsumen sekaligus memilih kata kunci yang paling relevan dengan apa yang Anda tawarkan. ”Pada prinsipnya, buatlah situs yang bisa diketahui Google. Jadi perlu untuk membuat situs yang bisa dipahami sistem kecerdasan Google dengan cara yang benar. SEO dibutuhkan agar situs mudah diketahui dan ditemukan. Ibaratnya, bagaimana membuat situs ’berbicara’ saat bertemu mesin pencari Google,” ujar Riyeke.

Laki laki yang akrab dipanggil Keke itu menyarankan agar semua bagian penting pada situs disesuaikan dengan kata kunci yang ditargetkan. ”Sama seperti kita melihat manusia. Yang kita lihat tentu bagian atas dulu. Begitu juga yang dilakukan Google terhadap sebuah situs. Google membaca bagian atas situs terlebih dahulu,” jelas Keke.

Karena itu judul yang terbaca pada bagian atas halaman browser

merupakan posisi yang harus diisi sesuai dengan kata kunci yang ditargetkan. Tujuannya, agar kata kunci itu segera dilihat Google pada ’pandangan pertama’ saat bertemu situs Anda. Begitu juga pada posisi paling atas sebuah halaman situs yang biasa dikenal dengan posisi kepala situs(head).

Mendaftarkan situs pada direktori di internet juga penting untuk mengangkat popularitas. Dia juga mengingatkan agar situs dilengkapi dengan rss, sebuah aplikasi tambahan untuk mendistribusikan isi situs terbaru kepada pembaca. ”Pakai sifat monyet. Mereka itu kan berkoloni. Karena itu rajin-rajinlah menggunakan social bookmark seperti technorati atau delicious tapi jangan terlalu agresif. Jangan berpikir cepat kaya tapi perlu kerja cerdas,” tambah Keke.

Kekuatan pranala

Poin penilaian lain yang penting bagi Google ialah pranala(link). Semakin banyak orang yang mengenal situs Anda dan menghubungkan situs mereka dengan situs Anda (inbound link), akan semakin baik situs Anda di mata Google. ”Ini tentang bagaimana membangun hubungan dengan pemilik situs lain. Misalnya dengan blogger yang berpengaruh,” ujar Keke.

Blogger yang sudah lama mengelola blog, biasanya sudah memiliki peringkat yang baik, ditandai dengan nilai page rank dari 0 sampai 10. Semakin besar nilai page rank sebuah situs, akan semakin tinggi nilai pranala dari situs tersebut. Ini bisa dilihat sebagai semacam mekanisme rekomendasi. Google akan menilai situs Anda lebih baik jika terdapat pranala dari situs lain yang memiliki page rank tinggi. ”Ini faktor penting yang memengaruhi keberhasilan SEO,” tambah Simon Purwa, juara dunia SEO pada Busby SEO Challenge 2008 yang juga pengusaha online travel terbesar di Bali.

Ia sendiri meyakini, pranala dari satu situs dengan page rank 10 jauh lebih bernilai daripada mendapatkan 10 link dari situs bernilai page rank 1. Dia juga menyarankan agar pemilik situs rajin mendaftarkan situs mereka ke sejumlah direktori di internet dengan cara manual. Lebih baik memang mendaftarkan direktori berbayar, namun Simon tak mengharamkan direktori gratisan. Yang penting tetap dimonitor. ”Capek memang, seminggu sekali mendaftar ke 100 direktori. Lalu kita periksa apakah mereka sudah memasukkan situs kita. Seperti melamar kerja. Kalau belum diterima, ya lain kali didaftarkan lagi,” jelas Simon.

Tujuannya agar situs dikenali banyak direktori dan cepat disadari keberadaannya oleh Google. ”Buat pemula, tentu sepertinya menyulitkan. Jadi agar`tidak cepat patah semangat, kita buatkan piranti lunak untuk mendaftarkan secara otomatis, tapi tidak ilegal,” jelas Keke.

Dia mengakui, tidak sedikit teknik ilegal yang digunakan untuk coba coba mengelabui Google dan meningkatkan popularitas situs. Istilahnya, black hat trick

. Namun Keke menjamin, mekanisme kerja cerdas menggunakan piranti lunaknya itu akan menghemat waktu tanpa merusak proses identifikasi sebuah situs oleh Google.

Tentu saja, popularitas di mesin pencari barulah awal keberhasilan sebuah bisnis. Karena urusan selanjutnya ialah tentang bagaimana menyediakan kebutuhan konsumen dengan kualitas yang baik dan tepat waktu, serta komunikasi pelayanan pelanggan. Namun paling tidak, masalah pemasaran yang kerap menjadi momok bagi usaha kecil dan menengah di Indonesia teratasi dengan kekuatan SEO 3.0.

ica@mediaindonesia.com

iPhone 3G 2,6 juta*. Mau?

Kemarin, dalam perjalanan pulang dari Intel Media Camp 2009 di Puncak, seorang teman berucap. “hei, iPhone 3G dah fix nih harganya,”

Kami yang mulai terkantuk kantuk, membuka mata lebih lebar.

“berapa?”

“Apple Guy” yang kebetulan duduk di sebelah saya dengan cepat menggali informasi dari iPhone nya. “Ada empat paket. Bisa beli handset ajah, sampe.. oh ini nih, bener kan kata gue. Bayar di depan 2,6 juta. bulanannya 750 ribuan lahh”

Fiuh..

“kayak nyicil motor”

“ih, gak semahal itu motor, mah”

“dapet apa aja bayar segitu?”

Apple Guy sigap meng-up date.

“Dapet 300 free sms. Dapet 1 gb data. dan 6 jam nelpon”

“Hm.. fair gak yah?”

“Ah.. Apple selalu bisa meyakinkan kalo itu harga pantas kan. Berapapun besarnya,”

WELL… semalam saya sedang berada dalam komunitas IT dan gadget. Topik iPhone bakal launching 20 maret dan dipasarkan ekslusif oleh Telkomsel, tentu saja menjadi perbincangan menarik.

“Laku gak ya? Ntar Blackberry gimana ya?”

iPhone datang saat hampir kebanyakan orang jakarta yang berduit dan gadget freak menggenggam Blackberry di tangan mereka. Bb yang booming itu pun sedikit banyak memengaruhi aktivitas anggota Facebook Indonesia yang semakin bertambah besar. Hingga Februari 2009, jumlahnya mencapai sekitar 1,3 juta. Antrian pembelian BB di gerai gerai indosat dan telkomsel mencapai 100-280 orang per hari. (saya terbengong-bengong saat tiba di gerai indosat dan mendapat nomor antrian 265 khusus untuk jalur pelayanan Bb padahal baru jam 11 siang).

Saat demam Bb belum sepenuhnya reda, gosip panas seputar kedatangan iPhone di Indonesia yang memang sudah ‘dikasakkusukkan’ makin memanas dalam satu bulan terakhir.

Teman-teman saya yang menggunakan Mac, rata-rata merasa berkhianat jika ganti brand. Mereka yang membiarkan Apple sebagai bagian dari kebutuhan dan status sosial, akan sangat menunggu-nunggu kehadiran iPhone. Mereka yang mendambakan kebutuhan grafis tinggi, umumnya paham, Apple adalah rajanya. Tapi hati-hati, jangan mau dibodohi. Dalam dunia gadget, dibodohi berarti membeli gadget tidak sesuai dengan kebutuhan. Bukan apa-apa. Sayang duitnya. hehehehe

Ndoro kakung mengingatkan kita semua menjadi konsumen yang cerdas melalui ulasan ringkas di blog nya. (Silahkan klik). Ndoro membeberkan apa yang iPhone tak bisa lakukan.

Saya cuma mau berbagi hitung-hitungan semalam dengan teman-teman.

Telkomsel menawarkan 4 paket pembelian. Yaitu 3 paket pasca bayar dan satu paket pra bayar.

Paket harga iPhone Tsel. diambil dari www.telkomsel.com

Paket harga iPhone Tsel. diambil dari www.telkomsel.com

Saya hanya berhitung-hitung paket Turbo Premium. Dengan cicilan tetap Rp733 ribu* per bulan dan fasilitas 6 jam telp, 300 sms gratis dan paket data 1GB. cukup fair kah? (kok belum nemu keterangan ppn 10% nya udah include atau enggak ya?) kalo belum, berarti yang mesti dibayar Rp806.300
0-0 Apakah telp 6 jam sebulan, cukup?
Hitung saja kebutuhan Anda. Bakal lebih nggak? Cukup enggak nelp rata-rata 12 menit sehari (asumsi 1 bulan = 30 hari)
0-0 300 sms gratis, cukup kah?
Artinya, rata-rata 10 sms per hari. Cukup kah? Hmm .. rasanya berat ya, :P terutama kalau yang dihubungi enggak punya Facebook. hehehe.
0-0 paket free data 1GB.
Dengan koneksitas langsung, sebetulnya kebutuhan sms dan telp (buat saya) cukup tergantikan. Karena kebetulan yang biasa saya hubungi pun terhubung oleh jejaring Facebook dan memiliki YM. Rata-rata kebutuhan per bulan untuk transfer data, apakah itu mengunduh e-book, musik, dan program yang saya butuhkan, juga sekaligus mengupload gambar, tidak pernah lebih dari 1 GB per bulan.
jadi, selama satu tahun, paket itu mewajibkan kita membayar total Rp2.622.000 +(12 x Rp733.000) =Rp11.480 ribu.
sementara *subsidi* Telkomsel per bulan untuk sms dan telp itu, secara hitungan kasar dengan menggunakan batas atas tarif telkomsel ialah
300 sms gratis: 300 x Rp150 = Rp45000
Telp 6 jam(360 menit) = 1440 (time unit) x Rp300 = Rp 432000 (hitungan 1 time unit= 15 detik)
Total : Rp 477.000
itu kalo hitungannya sms ke operator lain dan telp ke operator lain. masalahnya, belum ada keterangan apakah paket free tersebut hanya untuk sesama pelanggan Telkomsel atau malah khusus Halo saja. Jika, ya maka nilai *subsidi* nya makin kecil
300 sms gratis: 300 x Rp125 = Rp37.500
Telp 6 jam: 1080 (time unit) x Rp217= Rp 234.360
Total Rp 271.860
Saya lebih suka memakai hitungan ini, karena sepertinya kita perlu “waspada” atas niat baik sebuah provider telepon. hehehehe. Jadi, dengan subsidi Rp271.860 maka ‘cicilan yang sebetulnya’ ialah Rp534.440(including data 1GB, dan saya menghitung dari cicilan ppn10% Rp806.300)
saya gak nemu data persis, saya udah lama berhenti jadi pelanggan Halo. tapi kira-kira Indosat pernah kasi paket 1Gb dengan harga Rp100ribu untuk indosat 3,5G nya. Maka cicilan untuk iPhone ialah
Rp534.440-Rp100.000 = Rp434.440
Setahun berarti 12 x Rp434.440= Rp5.213.280 ditambah Rp2.622.000 menjadi Rp 7.835.280 (ini harga iPhone nya sendiri)— jujur aja, kok jadi berasa fair ya dengan harga segitu untuk iPhone? hehehehe
artinya, dengan paket sih jatuhnya lebih murah. Tapi, kalau gaya komunikasinya masih bertahan dengan cara telepon, tentu saja jatuhnya pasti akan lebih mahal. karena biaya telepon diatas 6 jam, juga kelebihan sms diatas 300, akan dicharge dengan hitungan standar. Atau malah lebih mahal? (tunggu konfirmasi telkomsel lah)
jadi, saat Anda menunggu-nunggu kedatangan iPhone 3G- Tsel yang akan launch 20 Maret di Pasific Place, siapkan pertanyaan, a pakah kelebihan biaya penggunaan sms dan telp akan dicharge lebih mahal?
dan yang kedua, pertanyaan untuk diri Anda. Apakah iPhone seharga Rp7,8 juta (dengan asumsi hitunga seperti diatas) cukup pas untuk kebutuhan Anda.
itu saja. :)
karena menikmati euphoria iPhone mania tidak berarti selalu mengamini tekanan pertemanan untuk ikut arus.

Properti Gratis di Masa Sulit

Saya bukan pakar investasi. enggak ngerti apa-apa malah. Tapi saya percaya, di setiap titik krisis selalu ada kesempatan. hehehe…

Jadi cuek sajalah ikutan seminar properti. Pak Didik Eko Tjahjono, yang saya kenal di dunia online siap-siap ngadain seminar workshop PUNYA PROPERTI GRATIS dua hari di Jakarta . Salah satu materi ajarnya ialah bagaimana membeli properti gratisan dan dapat cashback yang bisa diputer buat bisnis. hehehe… bener2 edan dan mabok. masa iya bisa beli rumah gratis?

Setelah sempat ketemuan bulan puasa lalu di Jakarta, apa yang dia ajarkan kok ternyata emang masuk akal. Intinya, cari properti yang dijual dibawah harga appraisal bank. Misalnya ada rumah kost yang mau dijual harga 400 juta dan bisa KPR. sementara bank kasih appraisal ternyata bisa 600. lah kalo kpr deal kan kira2 70% aja 420 juta. jadi ada cashback 20 juta. gitu maksudnya. Biar dapat 420 juta kpr 10 tahun, berarti 1 tahun cicilannya 42 juta ditambah bunga ya sekitar 12% jadi 42 juta plus Rp 5 juta 40ribu, total Rp47.040.000. dibagi deh 12 jadi tiap bulan cicilannya sekitar 4jutaan. (males itung hehehe) ->btw nanti bisa dilihat, krisis dunia saat ini berpengaruh seberapa besar thd bunga cicilan kpr. :) lah kalo cicilan kpr 4 juta. berarti kan pemasukan harus 12 juta krn syarat utang itu kan 1/3 pendapatan kotor. kalau penghasilan memang segitu ya gak masalah. no problem. tapi kalo cuma 5 atau 6 juta?

hehe… tenang… ada jurus pengungkitnya yaitu kita HARUS PUNYA BISNIS. detilnya, dijanjikan PaK Didik akan diajarkan semua pada DRES yang akan datang di Jakarta. plus personal coaching loh.. sampe dapet properti. manteeep….. hehehehe.. gara-gara itu, saya baru tau kalo enggak semua rumah bisa dimohonkan KPR. yang jelas, rumah gak boleh masuk gang (harus ada jalan yang bisa dilewati mobil), gak deket makam, gak deket SPBU, gak deket gardu listrik, dan tidak dibawah SUTET.

LALU DIMANA GRATISNYA?

ya gratis kalo yang kita beli itu rumah kost aktif. 400 juta kalo ada 8 kamar masing-masing 500 kan sebulan dah 4 juta. cukup deh tuh bayar cicilan. hehe.. ya kan? :)

Belajar Mengerti Kegagalan Pintu.net

KALAU Anda mampir ke situs pintu.net saat ini, hanya akan tampak simbol underconstruction bergambar pekerja yang tengah memperbaiki jalan.

situs informasi konsumen itu memang tidak lagi beroperasi. Kolaps. Tewas. Mati. Pemiliknya, seperti dikutip dari blog-nya Nitta, mengaku biaya operasional tidak tertutupi. 

Situs Pintu.net, tadinya, ialah situs yang memuat komentar konsumen atas suatu produk. Beragam produk bisa direview. Mulai dari minyak goreng, makanan kemasan, sampai mesin cuci. Para pengguna kartu kredit juga curhat di situs ini. Singkat kata, kalau mau tau bagaimana pengalaman orang lain  menggunakan suatu produk ya lihat saja di Pintu.net. Niscaya Anda akan mendapatkan review jujur. Tidak semuanya positif, karena Pintu.net memuat juga review negatif.

Yang menarik, Pintu.net juga menyediakan komisi untuk para reviewer itu. Seingat saya enggak banyak. Satu review dihargai  enggak sampai lima ribu (atau bahkan malah dibawah seribu ya). Tapi ada sejumlah orang yang kemudian beroleh rejeki itu. Sembari belanja, lalu ngereview dan dapet fulus.

Tapi itu dulu. karena ternyata keberadaan Pintu.net tidak menarik minat para produsen untuk berkontribusi di situs itu. Padahal, tadinya saya sempat mengangankan jika situs itu kemudian berkembang menjadi media bagi para produsen. lewat situs itu mereka dapat berkomunikasi langsung dengan konsumennya, serta memperoleh gambaran keinginan pasar dalam waktu relatif singkat (tanpa buang duit terlalu banyak buat survey, misalnya).  pada akhirnya, Pintu.net mesti mundur dari dunia online. “Karena pengguna internet di Indonesia masih sedikit,” tulis webmaster Pintu.net. Artinya, kunjungan konsumen ke situs itu belum cukup banyak untuk dipertimbangkan produsen memperkuat citra mereka.

Saya pun menuju alexa.com. Peringkat situs tersebut, menurut Alexa, memang relatif buruk. hanya nangkring di peringkat sekitar 5jutaan. bandingkan misalnya dengan situs portal detik.com yang bertengger di peringkat 550. (per 8 Okt 2008). Tapi, saya gak tau juga ya, apakah penutupan situs sekitar sebulan lalu itu mempengaruhi begitu besar terhadap peringkat. Page Rank -nya pun kini NOL. situs itu bener-bener mati.hopeless.

Situs serupa pintu.net ialah media konsumen.com. Tapi, buat saya pribadi, situs mediakonsumen kurang seru karena enggak ngasi komisi buat reviewer. hehehe. kan lumayan buat bayar langganan internet. :P
menurut mediakonsumen, mereka sedang berupaya memberdayakan konsumen untuk turut serta menciptakan dunia transaksi jual beli menjadi lebih menyenangkan. :p

Di Amerika Serikat, situs sejenis mediakonsumen itu bernama zeer.com. bukan cuma menampung review produk, zeer juga membangun komunitas antara pengguna zeer. Seperti friendster dan multiply. Bahasan Zeer  khusus pada kandungan nutrisi makanan kemasan di AS. situs ini termasuk satu dari 50 situs terbaik dunia versi Time 2008. mantaaap kan?

Artinya, resep zeer bisa juga dipakai. Antara lain:

1. spesifik.
Jika pintu.net membebasakan user nya untuk mereview apa saja, zeer memilih fokus pada review kandungan nutrsi pada makanan kemasan di AS. Bahkan jika Anda mencontek habis konsep zeer, juga belum dilakukan disini. Misalnya review kandungan gizi snack anak-anak di Indonesia.

2. membangun komunitas
Hari gini, jika ingin brand Anda cepet muncul, bangun lah komunitas. Biarkan forum itu berisi obrolan pengguna. Sistem jaringan blog seperti Multiply, juga relatif efisien jika dimanfaatkan. teman saya, tarlen, pemilik tobucil bandung rajin memanfaatkan social network ini untuk mengumumkan event tobucil sekaligus jualan benang!

pada akhirnya, membangun situs web berisi jasa layanan konsumen, tetap menarik dari perspektif mengundang traffic. karena bagaimanapun orang selalu membutuhkan pendapat orang lain tentang sebuah produk. Informasi ini didapat secara mudah dengan mengetikkan kata kunci itu di mesin pencari, bukan dengan cara menanyakan informasi 108.

Jika traffic tinggi maka muncul potensi berjualan iklan. Lumayan, kan.

Menanti Air Mata SBY untuk Laskar Pelangi

Yth Rekan Pers…
malam ini pukul 19.00 bertempat di blitz megaplex grand indonesia, diundang menyaksikan film laskar pelangi bersama Presiden RI. Mohon konfirmasi..

Yuk.. ya .. yuk….

Seneng ya punya presiden masih sempat nengokin bioskop.. -melakukan hal-hal yang manusiawi dilakukan orang-orang pada umumnya- i dunno.. kalo di sweden dengan tingkat korupsi nol, maybe it will be  some sweet thing.

tapi ya..mungkin pak presiden sesekali perlu break dari tuntutan kewajiban negara yang bikin stress..

hanya saja, maless deh ya liat bagian mellow-mellownya itu..pas nonton ayat-ayat cinta.. meneteskan air mata. hehehe..

Jadi apakah SBY akan meneteskan air mata nya kembali? Kita lihat saja, apakah beliau lolos dari jebakan air mata berikut ini: (spoiler alert! sorry yang belum nonton)

JEBAKAN air mata utama: Lintang tak kembali ke sekolah.

Apa yang lebih menyedihkan dari membiarkan seorang anak cerdas kehilangan kesempatan belajar krn harus menghidupi dirinya beserta tiga adik perempuan yang masih kecil-kecil? Anak nelayan miskin itu harus menanggung beban berat, sendirian. padahal ia ngotot sekolah tiap hari.. jauuuuh… berpuluh kilometer dan harus menanti buaya menepi ke rawa agar bisa lewat.

saya rasa, scene itu akan mengundang air mata sang presiden. So.. para fotografer yang kebetulan ikut nonton… siap-siaplah di adegan ini. hehehe… adegan ini berada setelah scene cerdas cermat yang dimenangkan kelompok si ikal. sd muhammadyah gantong belitung.